Satu Tahun Byoote dan Cerita Dibaliknya

0
814
satu tahun Byoote

Satu Tahun Byoote – Katanya, tidak ada hal yang lebih cepat berlalu dibandingkan waktu. Masih segar diingatan, bagaimana hectic-nya hari pertama aku dan tim mengenalkan Byoote secara resmi pada masyarakat Indonesia. 

Kami baru bisa beristirahat pukul 4 pagi demi membungkus hampers. Namun, hari ini Byoote sudah berumur satu tahun. Rasanya lega sekaligus bangga, karena rupanya langkah kami sudah sejauh ini. 

Tentu saja, kalau harus menengok ke belakang, aku dan tim Byoote pasti akan setuju, bahwa dibalik satu tahun yang menyenangkan ini, ada sebuah proses perjalanan yang jauh lebih panjang lagi. Byoote tidak lahir begitu saja. 

Ada proses yang tidak mudah dibaliknya. Berawal dari tahun 2016 ketika tim LastDay Production jalan-jalan ke Jepang. Di sana, minuman kolagen dijual di mana-mana, bahkan di convenience store. Aku pun membawa pulang minuman kolagen sebagai oleh-oleh.

Dulu, aku berpikir bahwa kolagen hanya dibutuhkan untuk orang-orang berusia lanjut. Namun, setelah mendengar banyak respon positif, aku pun ikut tertarik untuk mencobanya. Menariknya, bukan hanya untuk kerutan, rupanya minuman kolagen ini juga bermanfaat untuk menyamarkan bekas luka dan membuat kulit lebih sehat. 

Selepas merasakan sendiri bagaimana khasiatnya, aku pun mulai mencari tahu lebih lanjut soal kolagen. Dari sana, aku tahu bahwa kolagen sudah ada di tubuh kita, tapi sejak usia kita menginjak 25 tahun, dengan sendirinya produksi kolagen di tubuh manusia akan berkurang 1,5% setiap tahunnya. Hal ini bisa diatasi dengan rutin mengkonsumsi minuman kolagen. Sayangnya, di Indonesia minuman kolagen yang benar-benar berkhasiat masih sulit ditemui. 

Akhirnya berangkat dari keinginanku agar lebih banyak orang yang bisa merasakan manfaat kolagen, aku pun mulai serius untuk membangun brand minuman kolagenku sendiri. Aku melakukan semuanya dari titik nol. Mulai dari riset, pembangunan tim yang solid, pencarian unsur pendukung, hingga akhirnya lahirlah Byoote yang sudah kalian kenal saat ini. 

Apa setelah itu semuanya jadi lebih mudah? 

Tentu saja tidak semulus itu. Aku dan tim Byoote yang berusaha untuk menyediakan produk terbaik, menerima banyak kritik dan saran dari berbagai pihak. Mulai dari tim Byoote sendiri, para loyal customer, dan pihak-pihak lainnya. 

Penjualan Byoote juga tidak langsung lancar. Pembangunan brand awareness ini memang terbilang lumayan sulit, hingga akhirnya munculah testimoni dari para customer. Cerita dari mulut ke mulut, hingga testimoni dari para influencer dan artis, di antaranya adalah Michele Halim dan Prillianty Anggraini. 

Sebagaimana pohon yang makin tinggi, Byoote pun mengalami berbagai kendala yang lebih sulit setelah mulai dikenal oleh masyarakat. Tidak jarang juga aku dan tim menemui beberapa pihak yang berusaha menjatuhkan Byoote. 

Pernah juga ada kesalahpahaman publik ketika salah satu iklan Byoote beredar sampai Byoote harus berhadapan dengan salah satu komunitas yang cukup besar di Indonesia. Namun kami terus berusaha melakukan yang terbaik, karena aku dan tim percaya pada value produk kami. 

Yang membuat aku dan tim terharu adalah, ketika ada pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan Byoote, para loyal customer kami justru memberi dukungan pada Byoote. Mereka sendiri yang menceritakan pengalaman pribadi mereka menggunakan Byoote. Aku dan tim pun berkomitmen untuk selalu menjaga kejujuran dan kualitas produk Byoote. 

Semua yang kami claim sebagai manfaat Byoote adalah hal paling jujur yang bisa kami katakan dan apa yang sudah kami rasakan. Maka dari itu aku dan tim juga tidak pernah mengatakan bahwa Byoote bisa menyembuhkan luka atau cocok untuk semua jenis kulit, karena kami tahu seberapa penting sebuah kepercayaan dari customer pada Byoote. 

Lagipula, bukankah hal-hal hebat memang lahir dari proses yang tidak mudah? Beruntungnya, aku dan tim Byoote juga bisa menikmati proses tersebut. Pernah kami sampai harus extend studio dari 8 jam jadi 16 jam demi pembuatan video Advertisement dengan budget 100 juta. Dibanding mengeluh, aku dan tim justru menertawai kejadian ini.

Lantas, apakah duka-duka di atas sebanding dengan suka yang aku dan tim dapatkan? Tentu saja iya. Ada banyak hal yang aku nikmati dan pelajari selama membangun Byoote. Namun, tidak ada rasa puas dan bahagia yang setara dengan mendengar sendiri, bagaimana para customer Byoote bisa merasakan khasiat Byoote. 

Meski sudah ratusan bahkan ribuan komentar positif yang masuk, aku masih kerap speechless setiap melihat perubahan pada orang-orang setelah mengonsumsi Byoote. Bahkan sampai detik ini, aku pun nggak menyangka, bahwa susunan balok-balok mimpiku soal Byoote bisa terealisasi sejauh ini dalam kurun waktu satu tahun terakhir. 

Byoote yang awalnya hanya dijual oleh aku dan tim, kini sudah tersebar oleh para agen di seluruh penjuru Indonesia. Meskipun kadang aku dan tim sering kewalahan, karena banyaknya permintaan produk yang tidak bisa kami penuhi karena keterbatasan logistik.

Tentu saja aku dan tim tidak akan berpuas hati sampai di sini. Masih banyak mimpi yang ingin aku raih, dan yang tengah aku usahakan hari ini. Aku ingin lari lebih jauh lagi, menjangkau lebih luas lagi, menyentuh lebih banyak lagi. 

satu tahun Byoote

Bukan hanya dengan angka, tapi aku dan tim akan bekerja keras, agar khasiat Byoote bisa melampaui batas-batas yang bahkan tak pernah kami bayangkan sebelumnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here